BELAJAR DALAM MENGAJAR & KIAT SUKSES BERKOMUNIKASI DENGAN PUBLIK
BELAJAR DALAM MENGAJAR & KIAT SUKSES BERKOMUNIKASI
DENGAN PUBLIK
Oleh : Nanang Suherman
Tiga hal penting yang harus diperhatikan guru saat mengajar yaitu :
3 Ng (Ngerti, Ngerasa dan Ngelakoni)
Ngerti Murid bukannya hanya mengerti tetapi harus
Ngerasa Bagaimana murid itu harus ngerasa terhadap apa yang dibaca dan sebisah mungkin psikomotoriknya dilatih melalui.
Menurut Ki Hajar Dewantoro anak-anak harus didik memiliki karakter yang baik melalui Pendidikan mulai dari sejak dini.
Pembelajaran dengan memanfaatkan TIK
bukan hanya sekedar membagi konten tetapi mampu menjaga keamanan negara ini. Yang
dimaksud dengan dua warga negara yaitu warga negara Indonesia dan warga negara
net. 1/3 hidup masyarakat saat ini ada di net sehingga menjadi sebuah penyakit
yang disebut fomo, untuk memperoleh perhatian dalam media sosial.
Berikut adalah tiga hal yang diamati orang terkait akunnya dalam media sosial:
Anak- anak jika memiliki akun akan selalu melihat ingsigt dengan melihat banyaknya follower. Jangkauan akun saya, range akan menjadi pikiran anak-anak sekarang ini
Apa yang terjadi jika para pendidikan terpengaruh dengan hal-hal seperti di atas?
Bayangkan mampukah kita menghasilkan generasi yang baik
hanya karena kita mempermalukan mereka dimedia sosial
Menurut Johanes Surya “tidak ada anak yang bodoh! Yang ada
hanyalah anak yang belum bertemu dengan guru yang baik dengan metode yang baik”
Apa yang dimaksud dengan 3T?
1. Teacher talking time
Hindari anak hanya menyimak, sebab belum tentu mereka belajar tetapi buatlah aktivitas, sebisah mungkin verbalisme dikurangi, hindari siswa belajar pasif, dan siswa tidak diajarkan pada menganalisis, Jagan sampai guru-guru di Indonesia mengajar menggunakan 80% waktunya dengan metode ceramah
2.
Task Analisis
Hindari mengajarkan siswa hanya menggunakan
metode menghafal tetapi membuat siswa memahami manfaat dari ilmu yang dipelajari.
3.
Tracking
Hindari pengelompokan siswa berdasarkan kepintaran. Anak yang selalu dibilang cerdas kehilangan spirit Kerjasama (individualis), guru yang baik tidak boleh mempermalukan anak didiknya apalagi dimunculkan dimedia sosial.
Apa yang harus dilakukan oleh guru?
Guru harus dialog dengan siswa dan jangan monolog. Itikat baik telah diajarkan sejak kecil, maka guru yang baik bisa menularkan hal baik pada siswa.
Pertanyaan 1 :
Bagaiamana menyikapi siswa yang lebih tertarik pada dunia
maya?
Jawab:
“Jangan berikan gatget kepada anak-anak
yang masih kecil” Bill Gates
Perlu memahami etika dalam
bermedia sosial, “kawal anak dalam memegang gatget”kang Maman
Bagaimana memastikan peserta didik telah menonton video
yang dikirimkan ? bagaimana tipsnya?
Jawab:
Materi tontonan tersebut hanya dikirimkan atau didialogkan? bagaiamana meyakinkan anak didik bahwa video itu bisa berguna, bermanfaat
buat peserta didik.
Pertanyaa 3
Jawab:
Ini yang terkait dengan virus 3T
Tidak singkronnya antara pendidik dengan pembelajar yang diberikan
oleh guru; Katakan kepada anak didik
kita untuk tidak sembarang menyebarkan konten-konten yang membuat orang lain mengalami
kerugian, Secara moral, maupun materi.
Saat ini media sosial telah digandrungi oleh siswa,
bagaimana guru dan siswa bisa berkolaborasi dengan memanfaatkan media sosial?
Jawab:
Antara guru dengan murid harus ada kesepakatan untuk menjadi
etika bersama dan tidak boleh memberikan komentar yang negatif bahkan menyebarkan kemedia sosial.
“Kita boleh meninggal tetapi ilmu
yang bermanfaat yang ditinggalkan kepada siswa dan jadilah guru sebagai pemilik
surga karena melakukan kebaikan untuk menjadi terang bagi orang lain” Kang
Maman(2021).







Comments
Post a Comment