BELAJAR DALAM MENGAJAR & KIAT SUKSES BERKOMUNIKASI DENGAN PUBLIK

 

BELAJAR DALAM MENGAJAR & KIAT SUKSES BERKOMUNIKASI DENGAN PUBLIK

Oleh : Nanang Suherman

Screenshoot saat kuliah umum Pembatik Level 4 (11/11)


Tiga hal penting yang harus diperhatikan guru saat mengajar yaitu :

3 Ng (Ngerti, Ngerasa dan Ngelakoni)

Ngerti Murid bukannya hanya mengerti tetapi harus

Ngerasa Bagaimana murid itu harus ngerasa terhadap apa yang dibaca dan sebisah mungkin  psikomotoriknya dilatih melalui.    

Ngelakoni Siswa dapat menjalankan pengetahuan yang ia peroleh pada tahap ini siswa diajarkan untuk mampu berpikir kritis dan melakukan sesuatu yang berarti.

Menurut  Ki Hajar Dewantoro anak-anak harus didik memiliki karakter yang baik melalui Pendidikan mulai dari sejak dini.

        Pembelajaran dengan memanfaatkan TIK bukan hanya sekedar membagi konten tetapi mampu menjaga keamanan negara ini. Yang dimaksud dengan dua warga negara yaitu warga negara Indonesia dan warga negara net. 1/3 hidup masyarakat saat ini ada di net sehingga menjadi sebuah penyakit yang disebut fomo, untuk memperoleh perhatian dalam media sosial.

Berikut adalah tiga hal yang diamati orang terkait akunnya dalam media sosial:

Anak- anak jika memiliki akun akan selalu melihat ingsigt dengan melihat banyaknya follower. Jangkauan akun saya, range akan menjadi pikiran anak-anak sekarang ini




Apa yang terjadi jika para pendidikan terpengaruh dengan hal-hal seperti di atas?


“Jika para pendidik akan terfokus pada jumlah isigth, followers, jumlah like namun tidak memahami bahwa apa yang disebarkan melalui media sosial bisa mempermalukan anak didiknya? Sepeti gambar dibawah ini” ungkap Kang Maman?

Bayangkan mampukah kita menghasilkan generasi yang baik hanya karena kita mempermalukan mereka dimedia sosial

Menurut Johanes Surya “tidak ada anak yang bodoh! Yang ada hanyalah anak yang belum bertemu dengan guru yang baik dengan metode yang baik”

 Bagi  seorang guru dalam mengajar di kelas, Hindari Virus 3 T

Apa yang dimaksud dengan 3T?

1.      Teacher talking time 

      Hindari anak hanya menyimak, sebab belum tentu mereka belajar tetapi buatlah aktivitas, sebisah mungkin verbalisme dikurangi, hindari siswa belajar pasif, dan siswa tidak diajarkan pada menganalisis, Jagan sampai guru-guru di Indonesia mengajar menggunakan 80% waktunya dengan metode ceramah

2.       Task Analisis

Hindari mengajarkan siswa hanya menggunakan metode menghafal tetapi membuat siswa memahami manfaat dari ilmu yang dipelajari.

3.       Tracking

Hindari pengelompokan siswa berdasarkan kepintaran. Anak yang selalu dibilang cerdas kehilangan spirit Kerjasama (individualis), guru yang baik tidak boleh mempermalukan anak didiknya apalagi dimunculkan dimedia sosial.

 

Apa yang harus dilakukan oleh guru?

Guru harus dialog dengan siswa dan jangan monolog. Itikat baik telah diajarkan sejak kecil, maka guru yang baik bisa menularkan hal baik pada siswa.

Pertanyaan 1 :

Bagaiamana menyikapi siswa yang lebih tertarik pada dunia maya?

Jawab:

“Jangan berikan gatget kepada anak-anak yang masih kecil” Bill Gates

Perlu memahami etika dalam bermedia sosial, “kawal anak dalam memegang gatget”kang Maman

 

 Pertanyaan 2:

Bagaimana memastikan peserta didik telah menonton video yang dikirimkan ? bagaimana tipsnya?

Jawab:

Materi tontonan tersebut hanya dikirimkan atau didialogkan? bagaiamana meyakinkan anak didik bahwa video itu bisa berguna, bermanfaat buat peserta didik.

 

Pertanyaa 3


Jawab:

Ini yang terkait dengan virus 3T

Tidak singkronnya antara pendidik dengan pembelajar yang diberikan oleh guru;  Katakan kepada anak didik kita untuk tidak sembarang menyebarkan konten-konten yang membuat orang lain mengalami kerugian, Secara moral, maupun materi.

 Petanyaan 4

Saat ini media sosial telah digandrungi oleh siswa, bagaimana guru dan siswa bisa berkolaborasi dengan memanfaatkan media sosial?

Jawab:

Antara guru dengan murid harus ada kesepakatan untuk menjadi etika bersama dan tidak boleh memberikan komentar yang negatif  bahkan menyebarkan kemedia sosial.


“Kita boleh meninggal tetapi ilmu yang bermanfaat yang ditinggalkan kepada siswa dan jadilah guru sebagai pemilik surga karena melakukan kebaikan untuk menjadi terang bagi orang lain” Kang Maman(2021).

 

Comments